ESAIUtama

Jamaah Haji Reguler Kloter 4 Gelombang I Kota Palembang Matangkan Persiapan Armuzna

Jamaah Haji Reguler Kloter 4 Gelombang I Kota Palembang Matangkan Persiapan Armuzna

Laporan WartawanIndonesia.com, Salamah Suyahabudin dari Mekkah

WartawanIndonesia.com, MAKKAH — Jamaah haji reguler Kloter 4 Gelombang I Kota Palembang mulai mematangkan persiapan menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Pengarahan kepada jamaah digelar di Mushola Hotel Snood Al Hoda, Selasa (19/5/2026) atau bertepatan 2 Dzulhijjah 1447 H.

Kegiatan pengarahan dipandu Pak Ibrahim dari Binbad Kloter 4 bersama  Piter Abdullah dari KBIHU Multazam. Suasana berlangsung serius namun penuh kekeluargaan, mengingat jamaah akan segera memasuki fase terpenting dalam ibadah haji.

Dalam arahannya, Pak Ibrahim mengingatkan jamaah agar telah berniat ihram sejak berada di hotel sebelum bergerak menuju Armuzna.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga larangan ihram selama menjalankan ibadah haji.

“Selama berihram jamaah tidak menggunakan wangi-wangian, tidak mencabut bulu badan, tidak membunuh hewan dan tanaman, menjaga lisan, tidak berdebat dan tidak berbuat zalim,” ujar Pak Ibrahim di hadapan jamaah.

Baca Juga  Menunaikan Haji: Ketika Hati Tak Lagi Sama

Menurutnya, menjaga sikap dan perilaku selama berhaji merupakan bagian penting dalam meraih kemabruran haji.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:“Barangsiapa menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa mengerjakan haji.”> (QS. Al-Baqarah: 197)

Sementara itu, Piter menjelaskan teknis pendampingan jamaah selama berada di Muzdalifah dan Mina. Jamaah akan dibagi berdasarkan rombongan agar proses pendampingan dan pengawasan lebih tertata.

Pak Piter Abdullah  akan mendampingi rombongan 1, sedangkan Bu Afriyeni dan Cekyus mendampingi rombongan 11. Petugas lainnya akan bertugas sesuai pembagian rombongan masing-masing. Adapun Pak Ibrahim akan mendampingi jamaah murur.

Selain kesiapan spiritual, jamaah juga diberikan gambaran teknis terkait kondisi di Mina. Di area gerbang dalam Mina, pengawasan dilakukan cukup ketat dengan dukungan kamera pemantau, sensor Nusuk dan monitor pengawasan.

Petugas juga mengingatkan jamaah mengenai medan perjalanan menuju Jamarat yang cukup menguras tenaga. Jarak dari tenda Mina menuju lokasi lempar jumrah diperkirakan sekitar 4,8 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan kaki. Jika pulang pergi, total jarak mencapai sekitar 9 kilometer.

Baca Juga  Sawahlunto: Warisan Dunia di Ambang Kehilangan Makna

Karena itu, jamaah diminta menjaga stamina, memperbanyak istirahat serta mengatur pola aktivitas agar tetap kuat menjalani rangkaian ibadah.

Dalam pengarahan tersebut dijelaskan pula bahwa proses lempar jumrah akan menggunakan opsi kedua melalui jalur samping guna mengurangi kepadatan jamaah dan meningkatkan keamanan.

Sejumlah jamaah tampak antusias mengikuti pengarahan. Mereka berharap seluruh proses Armuzna dapat berjalan lancar dan diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Puncak ibadah haji di Armuzna menjadi momentum paling sakral bagi jutaan umat Islam dari berbagai negara yang berkumpul di Tanah Suci untuk menyempurnakan rukun Islam kelima.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button