Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin Miskin
Judul artikel ini teringat kita dengan lagu raja dangdut Rhoma irama.

Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin Miskin.
Oleh : Albar Santosa Subari – Pengamat Hujum dan Sosial
Judul artikel ini teringat kita dengan lagu raja dangdut Rhoma irama.
Di tahun 80 puluhan. Entah kebetulan beliau di bulan Mei tadi sempat berkunjung ke kota di pinggiran gunung Dempo untuk menghibur para tamu undangan di sebuah pesta pernikahan.
Penulis terinspirasi dengan susunan kalimat di atas ( yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin).
Di saat tersadarkan dari merenungi sebuah peristiwa penangkapan beberapa orang melalui media sosial maupun televisi. Terutama yang terjadi di awal bulan Juni 26 ini.
Setidaknya ada tiga catatan kita yang terjadi di negeri yang tercinta ini.
Peristiwa pertama sepertinya hampir bersamaan waktunya antara penahan status menjadi tersangka yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung dan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Dan di Sumatera Selatan juga terinformasi di media Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, menetapkan seorang wakil bupati dan beberapa pejabat daerah karena melakukan patut diduga merugikan orang lain ataupun negara.
Kejaksaan Agung juga menangkap/ menahan ex. Pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional ( ketua dan wakil ketua),
Jumlahnya mendekati 3 orang.
Menurut video yang beredar di media sosial Lembaga yang mengurusi MBG mendapatkan pemasukan mencapai angka satu milyar per hari.
Tidak ketinggalan juga lembaga KPK menahan wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan Republik Indonesia beserta PLT. Dirjen Imigrasi dan pemasyarakatan serta kakanwil imigrasi dan pemasyarakatan provinsi Jawa Barat. Beserta beberapa orang yang terlibat lebih kurang 7 Orang.
Gambaran cerita di atas menggambarkan ” yang kaya semakin kaya”.
Tentu tidak berimbang kalau kita tidak juga menggambarkan kondisi masyarakat yang miskin semakin miskin.
Antara lain pasca idul adha berkisar pada penerimaan daging kurban.
Ada sepasang suami istri yang sudah lansia, sambil meneteskan air mata saat menerima hak nya sebagai penerima daging qurban tapi di saat itu juga dia memberikan kembali daging qurban tersebut kepada si pemberi ( perorangan – panitia), dengan alasan bahwa mereka tidak mempunyai biaya untuk mengolah daging tersebut untuk di santap bersama keluarga: karena tidak sanggup membeli bahan berupa bumbu yang diperlukan sehingga layak di konsumsi.
Belum lagi di Gresik beberapa orang penerima daging qurban menjual kembali dagingnya karena mereka butuhkan bukan daqing tapi uang untuk menutupi belanja sehari hari.
Jadi dengan dua cerita di atas seperti ada juga korelasi nya dengan judul lagu ‘ Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin ” ingat dengan penyanyi raja dangdut Rhoma irama. Semoga beliau sehat dan panjang umur. Aamiin.



