
Tanda-Tanda Tobat Diterima Allah SWT – Jangan Berputus Asa dari Rahmat-Nya
Oleh: Albar Santosa Subari
Tidak ada manusia yang luput dari dosa. Setiap anak Adam pasti pernah tergelincir, baik dalam ucapan, perbuatan maupun lintasan hati. Namun Islam adalah agama yang penuh kasih sayang. Allah SWT tidak menutup pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Sebaliknya, Dia membuka pintu tobat selebar-lebarnya hingga nyawa berada di tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat.
Allah SWT berfirman:
,”Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”* (QS. Az-Zumar: 53).
Ayat ini merupakan kabar gembira bagi siapa saja yang ingin memperbaiki diri. Sebesar apa pun dosa seseorang, rahmat Allah jauh lebih besar.
Namun muncul pertanyaan dalam hati banyak orang, bagaimana tanda bahwa tobat kita diterima Allah?
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memastikan tobatnya telah diterima. Akan tetapi, terdapat tanda-tanda yang menunjukkan seseorang berada di jalan diterimanya tobat.
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Tahdzib Madarijus Salikin menjelaskan bahwa di antara tanda tobat yang jujur ialah seseorang menganggap dosanya sangat besar, tidak merasa bangga dengan tobatnya, selalu khawatir amalnya belum diterima, serta sangat membenci kemaksiatan dan mencintai ketaatan.
Orang yang bertobat dengan sungguh-sungguh akan merasakan perubahan dalam hidupnya.
Tanda pertama ialah kehidupannya menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Ia semakin rajin shalat, lebih lembut kepada sesama, gemar bersedekah, menjaga lisannya, dan menjauhi perbuatan yang dahulu menjadi kebiasaannya. Tobat bukan hanya meninggalkan dosa, tetapi juga menggantinya dengan amal saleh.
Allah SWT berfirman:
“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka akan diganti Allah dengan kebaikan.”* (QS. Al-Furqan: 70).
Tanda kedua adalah hatinya selalu takut kepada Allah. Ia tidak pernah merasa aman dari murka Allah. Justru rasa takut itulah yang membuatnya terus memperbaiki diri. Semakin bertambah ilmunya, semakin besar rasa takutnya kepada Allah.
Tanda ketiga ialah penyesalan yang mendalam ketika mengingat dosa-dosanya. Air matanya mudah mengalir saat mengingat kesalahan yang pernah dilakukan. Ia tidak bangga dengan masa lalunya, tetapi menjadikannya pelajaran agar tidak terjatuh kembali.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Penyesalan adalah tobat.” (HR. Ibnu Majah).
Penyesalan yang lahir dari hati merupakan bukti bahwa iman masih hidup di dalam dada.
Selain itu, orang yang tobatnya diterima akan mencintai kebaikan dan membenci kemaksiatan. Jika dahulu ia merasa nyaman berada di lingkungan yang penuh dosa, kini ia justru merasa gelisah bila melihat larangan Allah dilanggar. Ia senang berada di majelis ilmu, dekat dengan Al-Qur’an, dan berkumpul dengan orang-orang saleh.
Sebaliknya, para ulama juga menjelaskan adanya tanda-tanda tobat yang belum sempurna. Di antaranya hati masih lalai, mata kering dari tangisan karena Allah, masih gemar mengulang dosa yang sama tanpa penyesalan, dan tidak ada perubahan menuju amal saleh.
Karena itu, seorang mukmin tidak boleh cepat merasa puas dengan tobatnya. Ia harus terus memperbanyak istigfar sepanjang hidupnya.
Rasulullah ﷺ sendiri, yang telah dijamin ampunannya oleh Allah, bersabda:
“Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali setiap hari.” (HR. Al-Bukhari).
Allah juga memuji orang-orang yang senantiasa memohon ampun pada waktu sahur.
“Yaitu orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan yang memohon ampunan pada waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran: 17).
Waktu sahur adalah saat yang sangat mulia. Pada waktu itulah banyak hamba yang menumpahkan air mata, memohon agar dosa-dosanya diampuni dan tobatnya diterima.
Jangan pernah menunda tobat. Kita tidak pernah tahu kapan ajal akan datang. Hari ini masih diberi kesempatan, tetapi esok belum tentu.
Marilah kita kembali kepada Allah dengan hati yang tulus. Tinggalkan dosa, perbanyak istigfar, perbaiki ibadah, dan isi kehidupan dengan amal saleh. Bila kita benar-benar jujur dalam bertobat, Allah Yang Maha Pengasih tidak akan mengecewakan hamba-Nya.
Semoga Allah SWT menerima tobat kita, menghapus seluruh dosa, menutupi segala aib, mengakhiri kehidupan kita dengan husnul khatimah, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang dicintai-Nya di surga kelak.
Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.



