Rahasia Sukses Kabupaten Lahat Merebut Juara Umum MTQ XXXI Provinsi Sumatera Selatan 2026

Rahasia Sukses Kabupaten Lahat Merebut Juara Umum MTQ XXXI Provinsi Sumatera Selatan 2026
Oleh: H Agus Jaya, Lc, M.Hum (Ketua I LPTQ Sumsel)
KEBERHASILAN Kabupaten Lahat merebut gelar Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 bukanlah sebuah keberuntungan. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras, kesabaran, dan strategi pembinaan yang dilakukan secara terencana, massif, dan berkelanjutan selama beberapa tahun.
Siapa sangka, daerah yang pada MTQ Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2022 berada di peringkat terakhir, kini justru berdiri di podium tertinggi. Lompatan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kondisi awal, melainkan oleh kesungguhan dalam membangun sistem pembinaan yang benar.
Titik balik itu bermula ketika KH. Husnuddin Karim, yang saat itu menjabat Ketua LPTQ Kabupaten Lahat, melakukan diskusi intensif dengan jajaran LPTQ Provinsi Sumatera Selatan yang saat itu dinakhodai oleh Drs. KH. Mudrik Qori, M.A. Pertemuan tersebut bukan sekadar membahas target perlombaan, tetapi lebih jauh menyusun langkah strategis untuk membangkitkan kembali kejayaan Al-Qur’an di Kabupaten Lahat.

Pemerintah Kabupaten Lahat kemudian secara khusus meminta pendampingan kepada penulis, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Harian LPTQ Provinsi Sumatera Selatan, untuk membantu meningkatkan prestasi MTQ Lahat, sekaligus menghidupkan kembali budaya membaca dan mencintai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Dari berbagai diskusi yang dilakukan, lahirlah tiga strategi pokok yang kemudian menjadi fondasi kebangkitan prestasi Kabupaten Lahat di ajang MTQ dan STQH Tingkat Provinsi.
Pertama, Pembinaan Peserta MTQ Secara Massif dan Berkelanjutan.
Pembinaan tidak boleh dilakukan hanya menjelang perlombaan. Justru pembinaan harus menjadi kegiatan rutin sepanjang tahun.
Atas dasar itulah Kabupaten Lahat mulai melaksanakan pembinaan calon peserta MTQ secara massif di seluruh cabang dan golongan perlombaan. Prioritas diberikan kepada putra-putri asli Kabupaten Lahat agar daerah memiliki stok qari, qariah, hafiz, hafizah, mufassir, dan peserta terbaik yang lahir dari hasil pembinaan sendiri.
Program ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun melalui pelatihan, pembinaan teknis, evaluasi kemampuan, hingga Training Center (TC) yang diselenggarakan secara serius sebelum mengikuti STQH maupun MTQ tingkat provinsi.
Kedua, Membangun Dewan Hakim Sebagai Duta Al-Qur’an.
Selama ini dewan hakim sering dipandang hanya bertugas saat perlombaan berlangsung. Padahal sesungguhnya mereka adalah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi tinggi dalam bidang Al-Qur’an.
Karena itu Kabupaten Lahat melakukan pembinaan calon dewan hakim dengan melibatkan seluruh kecamatan. Mereka dipersiapkan bukan hanya menjadi hakim MTQ, tetapi juga menjadi duta pembinaan Al-Qur’an di wilayah kecamatan masing-masing.
Setelah kembali ke daerahnya, para dewan hakim menjadi pembina bagi qari, qariah, guru ngaji, dan masyarakat. Dengan demikian, proses pembinaan tidak lagi terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi menyebar hingga ke desa-desa.
Ketiga, Memperkuat kapasitas Guru-Guru Ngaji.
Strategi ini menjadi pondasi yang paling mendasar.
Guru-guru ngaji merupakan ujung tombak pembinaan Al-Qur’an, karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari, baik di masjid, TPA, rumah tahfiz, majelis taklim maupun tempat-tempat pendidikan Al-Qur’an lainnya.
Melalui pembinaan guru ngaji secara rutin, kualitas pengajaran Al-Qur’an meningkat. Dampaknya bukan hanya melahirkan calon peserta MTQ yang berkualitas, tetapi juga menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Inilah investasi jangka panjang yang sesungguhnya.
Selain tiga strategi diatas, LPTQ Kabupaten Lahat bersama Bagian Kesra, juga tetap memberi ruang bagi SDM-SDM warga Sumatera Selatan, yang ingin memperkuat Kabupaten Lahat pada ajang STQH/MTQ. Karena aturan memang membolehkan selagi masih warga Sumsel, yang dibuktikan dengan KTP/KIA/KK.
Tentu terkait rekrutmen calon peserta secara terbuka bagi penduduk Sumsel ini, Lahat melalukan nya seselektif mungkin, terutama mempertimbangkan kapasitas/kemampuan calon peserta, sesuai dengan cabang/golongan yang masih dibutuhkan.
Kebijakan rekrutmen secara terbuka ini, juga untuk memberi jalan kepada calon peserta yang di daerahnya tidak dipakai, atau kalah bersaing, namun tetap potensial untuk bersaing di level provinsi bila dibina dengan intensif. Langkah seperti ini juga dilakukan di sejumlah Kabupaten/kota lainnya. Karena hanya sedikit sekali, daerah yang benar-benar murni diperkuat oleh penduduk setempat.
Kemudian yang juga mempengaruhi adalah dukungan seluruh Stakeholder menjadi kunci
Ketiga strategi tersebut diatas. Strategi yang baik sekalipun, tidak mungkin berhasil tanpa dukungan seluruh pemangku kepentingan.
PRESTASI TERUS MENINGKAT
Pemerintah Kabupaten Lahat memberikan dukungan penuh melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat yang dimotori oleh Kabag Kesra bersama jajarannya, yang bersinergi kuat bersama LPTQ Kabupaten Lahat, MUI, Kementerian Agama, para pelatih, dewan hakim, guru-guru ngaji, tokoh agama, dan seluruh masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan rutin setiap tahun terhadap calon peserta MTQ, pembinaan calon dewan hakim, pembinaan guru-guru ngaji, serta pelaksanaan Training Center (TC) yang terencana dan berkesinambungan.
Yang dibangun bukan hanya tim untuk satu perlombaan, melainkan sebuah sistem pembinaan Al-Qur’an yang terus berjalan dari tahun ke tahun. Keseriusan itu akhirnya membuahkan hasil yang sangat nyata.
Perjalanan prestasi Kabupaten Lahat menunjukkan grafik yang terus menanjak:
MTQ Provinsi Sumatera Selatan 2022: peringkat terakhir.
STQ Provinsi Sumatera Selatan 2023: naik menjadi empat besar.
MTQ Provinsi Sumatera Selatan 2024: menembus tiga besar.
STQ Provinsi Sumatera Selatan 2025: kembali bertahan di tiga besar.
MTQ XXXI Provinsi Sumatera Selatan 2026: berhasil meraih Juara Umum.
Grafik tersebut menunjukkan bahwa prestasi bukanlah sesuatu yang instan. Prestasi adalah akumulasi dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Momentum yang dimanfaatkan dengan baik.
Di saat Kabupaten Lahat semakin memperkuat sistem pembinaan, beberapa daerah pesaing justru mengalami perlambatan.
Daerah-daerah yang selama ini menjadi langganan juara, seperti Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, dan Kabupaten Musi Banyuasin, menghadapi tantangan dalam menjaga ritme pembinaan, salah satunya karena keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi.
Lahat mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan sangat baik. Ketika daerah lain mengurangi intensitas pembinaan, Lahat justru mempertahankan bahkan memperkuat program-programnya.
Inilah yang akhirnya menjadi pembeda.
Keberhasilan Kabupaten Lahat menjadi Juara Umum MTQ XXXI Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 memberikan pelajaran penting bahwa prestasi hanya dapat diraih melalui visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, pembinaan yang berkelanjutan, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Lebih dari sekadar mengejar piala, pembinaan yang dilakukan Kabupaten Lahat telah membangun ekosistem Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat. Semakin banyak guru ngaji yang berkualitas, semakin banyak dewan hakim yang mampu membina, dan semakin banyak generasi muda yang mencintai Al-Qur’an.
Akhirnya, keberhasilan Kabupaten Lahat meraih Juara Umum bukanlah sebuah kebetulan, melainkan jawaban atas ikhtiar panjang yang dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Bravo Bapak Bupati dan Ibu wakil Bupati (Bpk Bursah Zarnubi dan Ibu Widya Ningsih), Bravo Kabupaten Lahat. Selamat atas prestasi yang luar biasa. Pertahankan semangat pembinaan ini, teruslah berkhidmat untuk Al-Qur’an, dan semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dalam membangun generasi Qurani yang unggul, berakhlak, dan berprestasi.
Kabupaten Lahat telah mengukir prestasi melalui pembinaan yang nyata. Maka bila semua kabupaten/kota melakukan hal yang sama. Maka harapan dan tekad ;
“Sumsel Menyala Berkilau Al Quran” dapat terwujud. Aamiin. (*)



