NEWS

Ubah Limbah Menjadi Peluang Ekonomi

Sekolah Menengah Pertama di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Jadi Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Ubah Limbah Menjadi Peluang Ekonomi,

Sekolah Menengah Pertama di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Jadi Pemenang AIA Healthiest Schools 2026

Peserta Didik SMP IL Kapten Fatubaa sedang Menikmati Es Krim dari Kulit Pisang.jpgJuara 1 Kategori SD dan SMP AIA Healthiest Schools 2026.JPGHuka Upcycling Project (HUP).jpg

Jakarta, 25 Juni 2026 – Berangkat dari persoalan sederhana di lingkungan sekolah, SMP IL Kapten Fatubaa di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, berhasil menjadi juara pertama kompetisi proyek sekolah sehat AIA Healthiest Schools 2026 pada tingkat SMP melalui Huka Upcycling Project (HUP), sebuah inisiatif yang mengubah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai guna. Berlokasi di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste, sekolah ini membuktikan bahwa tantangan lokal dapat melahirkan solusi inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, bahkan hingga ke negeri tetangga.

Huka Upcycling Project (HUP) lahir ketika limbah kulit pisang dalam jumlah besar menimbulkan persoalan lingkungan di sekolah. Alih-alih menjadi sampah, kulit pisang diolah oleh para siswa menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti es krim, pupuk kompos organik, dan pupuk cair, melalui pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan sains, kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga  Tes Masuk SMAN 1 Indralaya Dilakukan Transparan dengan Sistem CAT

Head of Corporate Communication AIA, Lia Merdekawaty, mengatakan, “AIA percaya setiap sekolah memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan bagi komunitasnya. Melalui AIA Healthiest Schools, kami ingin terus mendukung lahirnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan peserta didik, tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.”

Lebih dari sekadar mengelola sampah, Huka Upcycling Project dirancang untuk membangun karakter peserta didik agar mampu melihat peluang di balik setiap tantangan yang mereka hadapi. “Limbah kulit pisang, tidak hanya kami daur ulang menjadi berbagai produk bernilai ekonomis, tetapi juga bentuk harapan serta cara pandang baru kami bahwa setiap tantangan dapat menjadi peluang untuk belajar dan berinovasi,” ujar Antonius Kapitan, perwakilan guru SMP IL Kapten Fatubaa.

Sebagai sekolah di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, SMP IL Kapten Fatubaa membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Melalui Huka Upcycling Project, siswa mengolah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai guna sambil mempelajari ekonomi sirkular dan kewirausahaan.

Lewat inisiatif ini, lebih dari seribu penerima sudah merasakan langsung manfaat dari Huka Upcycling Project, termasuk siswa, orang tua, petani lokal, hingga mitra komunitas di wilayah perbatasan. Jangkauan proyek sekolah sehat ini bahkan melampaui batas negara dengan turut memberikan manfaat kepada para pelajar di Timor Leste, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap kesehatan serta lingkungan di kawasan perbatasan. Keberhasilan SMP IL Kapten Fatubaa meraih gelar pemenang nasional AIA Healthiest Schools juga mengantarkan sekolah tersebut untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi AIA Healthiest Schools 2026 tingkat regional yang akan digelar di Bangkok pada Juli mendatang.

Baca Juga  AKBP Januar Mutasi ke PALI, AKBP Adam Purbantoro Kapolres Pagar Alam

Pada perhelatan AIA Healthiest Schools 2026, Indonesia mencatatkan capaian membanggakan dengan menjadi negara peserta dengan partisipasi terbesar dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik tempat AIA beroperasi. Sebanyak 2.896 pendaftar dan 359 proyek sekolah sehat turut ambil bagian dalam program ini. Antusiasme tersebut memperlihatkan semakin kuatnya peran sekolah dalam menghadirkan kebiasaan hidup sehat melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan. Semangat ini turut mendukung komitmen jangka panjang AIA untuk membantu jutaan keluarga Indonesia menjalani hidup yang Lebih Sehat, Lebih Lama, Lebih Baik.

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button