NEWS

Perkuat Ekskul Keagamaan Tekan Buta Aksara Alquran 

PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Pendidikan Kota Palembang terus menunjukkan komitmen nyata dalam menuntaskan angka buta aksara Al-Qur’an yang secara nasional masih tergolong tinggi. Sebagai langkah strategis, Dinas Pendidikan menggelar pelatihan dan pembelajaran khusus bagi para pengajar baca tulis Al-Qur’an di lingkungan sekolah dasar hingga menengah.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 28 dan 29 Juli lalu, diikuti 350 peserta yang merupakan guru dan pengajar Al-Qur’an dari berbagai sekolah di Kota Palembang. Pelatihan ini dirancang untuk memperdalam materi serta menyelaraskan metode pengajaran keagamaan dalam ranah kegiatan ekstrakurikuler.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. H. Muhammad Affan Prapanca, M.T., I.P.M., menegaskan,pentingnya partisipasi aktif para guru dalam mengikuti pelatihan ini secara sungguh-sungguh. Beliau menyebutkan bahwa penuntasan buta aksara Al-Qur’an merupakan instruksi dan atensi khusus dari Walikota Palembang guna mendukung capaian pendidikan berkarakter religius.

Baca Juga  Disdikbud Muba Luruskan Pemberitaan Terkait Anak Putus Sekolah, Data yang Beredar Belum Diverifikasi

“Permasalahan baca tulis Al-Qur’an secara nasional masih cukup tinggi. Di Palembang, Bapak Walikota memberikan atensi yang sangat khusus untuk menuntaskan hal ini. Setelah pelatihan ini, kami akan melakukan evaluasi berkala dalam kurun waktu 1 hingga 3 bulan ke depan. Para guru yang telah dibekali diharapkan mampu memberikan dampak langsung serta menjadi solusi konkrit bagi para murid yang masih mengalami kesulitan membaca Al-Qur’an,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang GTK sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan, Kemas Muhammad Fadli, M.Si menambahkan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di bawah

Baca Juga  Kinerja Program Unggulan Ratu Dewa–Prima Salam, Belum Optimal

naungan Dinas Pendidikan Kota Palembang. Menurutnya, seorang pendidik harus memiliki keanekaragaman strategi atau metodologi dalam mengatasi hambatan belajar siswa.

“Guru harus kaya akan pilihan pendekatan dalam menyelesaikan masalah buta aksara Al-Qur’an. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, bagi para pengajar yang konsisten dan berkesinambungan menerapkan metode ini dalam ekstrakurikuler di sekolah, akan mendapatkan apresiasi berupa Sertifikat Internasional,” tutur Kemas Muhammad Fadli.(ril)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button