Lebih Dekat dengan Feby Yoland Effendy, Profesional Muda yang Menggerakkan Pariwisata Sumsel
Kini dipercaya memimpin DPD ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Sumatera Selatan periode 2025-2030

Mengenal Lebih Dekat Feby Yoland Effendy, Perempuan Muda yang Menggerakkan Pariwisata Sumsel
Oleh: Bang Bangun Lubis — Wartawan Senior Sumsel
Tidak banyak anak muda yang mampu bertahan dan terus berkarya di tengah dinamika dunia usaha dan organisasi yang penuh tantangan. Namun, hal itu tampaknya tidak berlaku bagi Feby Yoland Effendy, S.IP., M.Si.
Nama perempuan yang kini dipercaya memimpin DPD ASITA (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies) Sumatera Selatan periode 2025-2030 tersebut, semakin dikenal di kalangan pelaku pariwisata maupun masyarakat luas. ([Sriwijaya Media][1])
Di balik kesuksesannya saat ini, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun dengan ketekunan, pengalaman, dan semangat untuk terus belajar.

Perempuan kelahiran Cirebon ini bukanlah sosok yang datang secara tiba-tiba. Dunia pariwisata telah menjadi bagian dari kehidupannya selama lebih dari 15 tahun. Sebelum dipercaya memimpin ASITA Sumsel, ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum DPP ASITA dan aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan industri perjalanan wisata. ([Sriwijaya Media][1])
Namun, yang menarik dari perjalanan hidup Feby Yoland adalah latar belakangnya yang beragam.
Jauh sebelum dikenal sebagai tokoh pariwisata, ia terlebih dahulu menggeluti dunia penyiaran. Suaranya pernah mengudara di Momea FM Palembang, kemudian menjadi penyiar senior Radio B yang merupakan bagian dari Ardan Group.
Pengalamannya semakin bertambah ketika ia dipercaya menjadi presenter O Channel Jakarta dan kemudian presenter TVRI Sumatera Selatan. ([Sriwijaya Media][1])
Kemampuan berkomunikasi yang dimilikinya itu kemudian menjadi modal besar dalam membangun jejaring dan mengembangkan dunia pariwisata.
Lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya tersebut juga melanjutkan pendidikan magister di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Tidak berhenti di sana, ia juga pernah menjadi dosen pariwisata di Politeknik Negeri Sriwijaya serta dosen praktisi di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Sriwijaya. ([Sriwijaya Media][1])
Bagi mereka yang mengenalnya, Feby Yoland adalah pribadi yang hangat, mudah bergaul, dan memiliki semangat tinggi dalam membangun kolaborasi.
Sebagai Direktur Utama PT Cindo Citra Tour Travel Palembang sekaligus pendiri LPKS Cindo Citra, ia memahami bahwa dunia pariwisata tidak hanya berbicara tentang perjalanan dan rekreasi semata, tetapi juga menyangkut ekonomi, budaya, dan kesejahteraan masyarakat. ([Sriwijaya Media][1])
Karena itulah, ketika dipercaya menjadi Ketua DPD ASITA Sumsel, ia membawa visi besar agar Sumatera Selatan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Menurutnya, sektor pariwisata memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan masyarakat. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat agar pariwisata Sumsel dapat berkembang lebih pesat. ([InfoSumsel.id – iNOVASI untuk SUMSEL][2])
Salah satu gagasan yang cukup menarik perhatian adalah pengembangan wisata kesehatan atau health tourism. Menurut Feby, Sumatera Selatan memiliki rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang tidak kalah dengan daerah lain, sehingga berpotensi menjadi tujuan wisata kesehatan bagi masyarakat dari luar daerah bahkan luar negeri. ([Radar Palembang][3])
Selain itu, ia juga aktif mendorong pengembalian status internasional Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Baginya, akses penerbangan internasional merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Selatan. ([Suara Indo][4])
Di tengah dominasi tokoh-tokoh senior dalam berbagai organisasi, kehadiran Feby Yoland memberikan warna tersendiri.
Ia menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kapasitas untuk memimpin, berinovasi, dan menghadirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Yang menarik, di balik berbagai jabatan dan aktivitas yang dijalaninya, perempuan ini tetap dikenal sederhana dan mudah berinteraksi dengan berbagai kalangan.
Mungkin itulah sebabnya, banyak orang merasa nyaman berdiskusi dengannya. Baginya, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Pariwisata, menurutnya, bukan hanya urusan bisnis. Pariwisata adalah wajah sebuah daerah. Ia adalah cerita tentang budaya, keramahan, kuliner, sejarah, dan kebanggaan masyarakat terhadap tanah kelahirannya.
Karena itu, membangun pariwisata pada hakikatnya adalah membangun harapan dan masa depan.
Di usia yang masih relatif muda, Feby Yoland Effendy telah membuktikan bahwa perempuan dapat tampil sebagai pemimpin, penggerak, sekaligus inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Dan mungkin, perjalanan panjangnya masih akan melahirkan banyak karya dan pengabdian bagi Sumatera Selatan.
Sebab, seperti kata pepatah, masa depan bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan sesuatu yang diciptakan.
Dan sejauh ini, Feby Yoland Effendy tampaknya sedang menuliskan bab-bab penting dari masa depan itu, melalui dedikasinya untuk dunia pariwisata dan kemajuan Sumatera Selatan. ∎
▪︎ Dari Berbagai Sumber



