Ketua ASITA Sumsel Feby Yoland Effendy Dorong Palembang Jadi Destinasi Health Tourism Nasional
Konsep health tourism merupakan perpaduan antara pelayanan kesehatan berkualitas dengan industri pariwisata.

Ketua ASITA Sumsel Feby Yoland Effendy Dorong Palembang Jadi Destinasi Health Tourism Nasional

WartawanIndonesia.com – Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Selatan, Feby Yoland Effendy, S.IP., M.Si., terus mendorong pengembangan health tourism atau wisata kesehatan sebagai salah satu sektor unggulan baru di Sumatera Selatan. Menurutnya, Palembang memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata kesehatan yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Feby mengatakan, konsep health tourism merupakan perpaduan antara pelayanan kesehatan berkualitas dengan industri pariwisata. Pasien yang datang untuk menjalani pengobatan tidak hanya memperoleh layanan medis terbaik, tetapi juga dapat menikmati berbagai destinasi wisata, kuliner, budaya, hingga keramahan masyarakat Sumatera Selatan.
“Palembang memiliki modal yang sangat lengkap. Rumah sakit dengan fasilitas modern semakin banyak, tenaga medis kita kompeten, akses transportasi semakin baik, hotel berbintang tersedia, dan destinasi wisata juga terus berkembang. Semua ini menjadi kekuatan untuk membangun wisata kesehatan,” ujar Feby.
Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang memilih menjalani pengobatan ke luar negeri. Padahal, berbagai rumah sakit di Palembang telah memiliki layanan kesehatan yang tidak kalah berkualitas dan didukung dokter-dokter spesialis maupun subspesialis yang berpengalaman.
Karena itu, kata Feby, diperlukan upaya bersama untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mempromosikan pelayanan kesehatan yang dimiliki Sumatera Selatan kepada masyarakat dari berbagai daerah di Sumatra misalnya, Medan, Jambi, Pekanbaru, Lampung, Bengkulu, bisa jadi suatu waktu nanti negara tetangga.
Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan perjalanan wisata, ASITA Sumsel siap berkolaborasi dengan pemerintah, rumah sakit, maskapai penerbangan, hotel, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun paket-paket wisata kesehatan yang terintegrasi.
“Health tourism bukan hanya berbicara mengenai pelayanan rumah sakit, tetapi juga bagaimana pasien dan keluarganya mendapatkan kenyamanan selama berada di Palembang. Di sinilah peran sektor pariwisata menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan wisata kesehatan diyakini mampu memberikan dampak ekonomi yang luas. Selain meningkatkan kunjungan pasien dari luar daerah, sektor ini juga akan menggerakkan industri perhotelan, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, usaha mikro kecil menengah (UMKM), hingga biro perjalanan wisata.
Menurut Feby, keberhasilan health tourism membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah, dunia kesehatan, pelaku pariwisata, maskapai penerbangan, akademisi, dan pelaku usaha harus memiliki visi yang sama dalam membangun citra Palembang sebagai kota tujuan wisata kesehatan.
ASITA Sumsel, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat promosi serta memperluas jaringan pemasaran wisata kesehatan. Dengan pengalaman anggota ASITA dalam melayani wisatawan domestik maupun mancanegara, ia optimistis peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Jika seluruh stakeholder bergerak bersama, saya optimistis Palembang akan menjadi salah satu pusat health tourism di Indonesia. Bahkan ke depan kita berharap dapat menarik pasien dari negara-negara Asia Tenggara untuk mendapatkan layanan kesehatan di Sumatera Selatan. Tentu bisa saja nantinya,” ungkap Feby.
Ia menambahkan , yang harus dilakukan adalah mematangkan konsep wisata kesehatan unggulan Sumsel dulu sehingga semua pelaku wisata punya keseragaman untuk produk wisata kesehatan sumselnya.
Ia berharap pengembangan wisata kesehatan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan medis, tetapi juga menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai destinasi wisata yang memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Editor: Bang Bangun Lubis



