Penertiban Pedagang di Terminal Nendagung Pagar Alam Nyaris Ricuh

PAGARALAM – Penertiban pedagang di kawasan Terminal Nendagung, Pagar Alam, Sabtu (1/8/2026), berlangsung tegang. Selain aksi penertiban, terjadi cekcok yang diduga melibatkan ajudan Wali Kota dan anggota Satpol PP hingga berujung dugaan percobaan pengeroyokan yang kini ditangani kepolisian.
Terminal Nendagung yang selama ini menjadi sorotan Pemerintah Kota Pagar Alam berubah menjadi pusat ketegangan pada Sabtu (1/8/2026). Penertiban pedagang yang dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan berlangsung di tengah suasana memanas. Teriakan saling bersahutan terdengar di lokasi, sementara sebuah cekcok yang diduga melibatkan ajudan Wali Kota Pagar Alam dan anggota Satpol PP dengan sejumlah pedagang menambah panas situasi hingga berujung dugaan percobaan pengeroyokan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, keramaian bermula saat petugas melakukan penertiban terhadap para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan Terminal Nendagung. Kawasan tersebut memang telah menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Pagar Alam untuk dilakukan penataan agar lebih tertib dan sesuai dengan fungsi terminal.
Seiring berlangsungnya penertiban, suasana yang semula hanya diwarnai protes para pedagang berubah menjadi lebih emosional. Suara teriakan terdengar dari berbagai sudut lokasi, menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar terminal.
Situasi semakin memanas ketika terjadi adu mulut yang menurut informasi di lokasi melibatkan ajudan Wali Kota Pagar Alam dan anggota Satpol PP dengan sejumlah pedagang. Ketegangan tersebut sempat memicu dugaan percobaan pengeroyokan sebelum akhirnya berhasil diredam.
Sejumlah aparat keamanan yang berada di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi agar tidak berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar. Aktivitas penertiban pun sempat menjadi perhatian warga yang menyaksikan langsung jalannya peristiwa.
Hingga berita ini ditulis, penanganan terhadap dugaan percobaan pengeroyokan tersebut telah berada di tangan pihak kepolisian. Aparat masih melakukan pendalaman guna mengetahui kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Pantauan dilapangan menyebutkan, situasi di lokasi berangsur kondusif setelah aparat melakukan pengamanan. “Kami melihat suasana sempat memanas dengan adanya teriakan dan cekcok di tengah proses penertiban. Namun aparat bergerak cepat sehingga kondisi dapat dikendalikan, sementara dugaan insiden tersebut kini ditangani pihak kepolisian,” ujar sumber berita.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa proses penataan kawasan publik tidak hanya membutuhkan ketegasan pemerintah, tetapi juga komunikasi yang efektif agar kebijakan yang dijalankan tidak memicu gesekan di tengah masyarakat. Sementara itu, kepolisian diharapkan dapat mengusut secara objektif dugaan insiden yang terjadi sehingga seluruh pihak memperoleh kepastian hukum. (mnn)



