Temuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur Perkuat Harapan Ketahanan Energi Nasional

Temuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur Perkuat Harapan Ketahanan Energi Nasional
Wartawanindonesia.com, Jakarta – Pemerintah mengungkapkan adanya temuan gas raksasa baru di wilayah Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur, yang dinilai menjadi salah satu penemuan strategis sektor energi nasional dalam beberapa tahun terakhir. Temuan tersebut berasal dari sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal yang dioperasikan perusahaan migas asal Italia, Eni.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan, sumur Geliga-1 diperkirakan memiliki potensi sumber daya gas mencapai sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF). Selain itu, terdapat potensi kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.
Tidak hanya itu, kawasan tersebut juga berdekatan dengan Lapangan Gula yang diperkirakan memiliki cadangan sekitar 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Dengan demikian, total potensi gabungan dari kedua lapangan itu mencapai sekitar 7 TCF gas dan 375 juta barel kondensat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan untuk kawasan tersebut agar dapat segera mendukung kebutuhan energi nasional.
Menurutnya, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan produksi gas hingga 1.000 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 80 ribu barel oil equivalent per day (BOEPD).
“Temuan ini menegaskan skala proyek yang sangat besar dan strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa penemuan Geliga menjadi salah satu capaian penting industri migas Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Ia menjelaskan, produksi gas dari wilayah operasi Eni saat ini berkisar 600–700 MMSCFD dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 2.000 MMSCFD pada 2028. Selanjutnya, pada 2030 produksi diperkirakan kembali meningkat hingga sekitar 3.000 MMSCFD.
Selain produksi gas, pengembangan kondensat juga akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah memperkirakan produksi kondensat dapat mencapai sekitar 90 ribu barel per hari pada tahap awal dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Temuan Geliga-1 semakin memperkuat posisi Cekungan Kutai sebagai salah satu kawasan migas paling potensial di Indonesia. Sebelumnya, wilayah ini juga mencatat sejumlah penemuan besar seperti Geng North pada 2023 serta sumur Konta-1 yang diumumkan pada akhir 2025.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, sumur Geliga-1 dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter di wilayah laut dengan kedalaman mencapai 2.000 meter. Kondisi tersebut menunjukkan tantangan teknologi tinggi dalam eksplorasi laut dalam Indonesia.
Penemuan ini juga berkaitan dengan pengembangan proyek besar lainnya seperti Gendalo-Gandang dan North Hub yang nantinya akan memanfaatkan fasilitas produksi terapung atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO) dengan kapasitas pengolahan gas mencapai 1 miliar kaki kubik per hari.
Pemerintah berharap temuan cadangan baru ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendukung industri hilirisasi gas, pasokan LNG, serta kebutuhan energi domestik dalam jangka panjang.(bl)



