NEWS

Kejurnas Arung Jeram 2026 Uji Coba Kategori Serta Nomor Baru, Mix dan RX

BADUNG – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 tidak hanya mempertandingkan nomor-nomor utama, tetapi juga menjadi ajang uji coba enam nomor terbaru yang dikembangkan dalam disiplin arung jeram internasional. Keenam nomor tersebut adalah slalom mix R4, slalom mix R6, RX mix R4, RX mix R6, sprint mix R4, dan sprint mix R6.

Uji coba yang berlangsung dua hari di Sungai Ayung, Badung, Bali, 27-28 September 2026, menjadi bagian dari upaya mengenalkan format pertandingan baru yang ke depan diproyeksikan menjadi salah satu nomor wajib dalam kompetisi arung jeram .

Istilah mix merujuk pada komposisi tim yang terdiri atas pedayung putra dan putri. Sementara itu, nomor RX merupakan format perlombaan yang memadukan karakter sprint dan head-to-head, dengan dua tim dilepas secara berpasangan dari titik start untuk berlomba menyelesaikan lintasan dalam waktu sesingkat mungkin. Sistem pertandingan menggunakan mekanisme eliminasi.

Dalam nomor RX, setiap tim dituntut mampu memadukan kecepatan dengan ketepatan melewati rintangan yang tersedia di lintasan. Tim setidaknya harus mengitari satu boyan serta melewati minimal satu gate downstream dan satu gate upstream. Kegagalan melewati ketentuan tersebut akan berujung pada penalti waktu yang ditambahkan ke catatan waktu sebenarnya (real time) tim.

Baca Juga  Sabar dan Pendidikan Faktor Utama Suksesnya keluarga Nabi Ibrahim

Lintasan RX memiliki jarak maksimum 300 meter. Selain kesalahan melewati gate, tim juga dapat dikenai penalti ganda atau double penalty apabila sengaja mengabaikan atau tidak memasuki gate/gawang dengan benar (skips a gate) maupun melakukan pelanggaran saat start (false start).

Apabila mendapatkan dua penalti gate/gawang, tim diwajibkan menyelesaikan dua gate/gawang penalti. Gate/gawang penalti pertama harus dilewati dengan mendayung melawan arus (upstream) sekaligus memutar mengelilingi tiang gate/gawang. Setelah itu, gate/gawang penalti kedua dilewati secara lurus searah arus (downstream) tanpa perlu memutar tiang gate.

Sementara itu, jika tim mendapatkan tiga penalti gate/gawang, dua gate/gawang penalti yang harus diselesaikan sama-sama dilakukan dengan mendayung melawan arus (upstream) dan memutar mengelilingi tiang gate/gawang penalti.

Uji coba tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet dan tim untuk beradaptasi dengan format pertandingan yang berbeda, sekaligus memberikan gambaran mengenai tuntutan teknis yang akan dihadapi apabila nomor mix dan RX nantinya menjadi bagian wajib dalam kompetisi arung jeram.

Selain menguji kemampuan teknis, format tersebut juga menuntut koordinasi yang lebih baik dalam tim campuran serta kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Terlebih dalam RX, kesalahan kecil saat start maupun ketika melewati gate/gawang dapat langsung memengaruhi waktu dan peluang tim untuk melaju ke babak berikutnya.

Baca Juga  Rupiah Melemah : BI Jangan Tutup Mata dan Telinga

Para peserta terlihat masih beradaptasi dengan nomor baru tersebut, khususnya disiplin RX. Hal itu terlihat dari banyaknya tim yang belum mampu melewati sejumlah rintangan (boyan dan gawang) dengan sempurna sehingga harus menerima penalti. Salah satunya dialami tim DIY pada nomor RX R6 mix yang menerima penalti 100 detik saat menjalani final melawan Aceh. (mnn)

 

Berikut hasil pertandingan nomor eksibisi:

 

Slalom R4 mix

1. Kalimantan Timur 1 menit 53,360 detik

2. DKI Jakarta 1 menit 53,280 detik

3. NTT 2 menit 31,900 detik

 

Slalom R6 mix

1. Sumatera Utara 1 menit 45,110 detik

2. Kalimatan Selatan 1 menit 56,910 detik

3. DI Yogyakarta 2 menit 13,700 detik

 

RX R4 mix

1. Sulawesi Selatan

2. NTT

3. DKI

4. Kaltim

 

RX R6 mix

1. Aceh

2. DI Yogyakarta

3. Kalimatan Selatan

4. DKI Jakarta

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button