ECONOMI & BISNIS

ASITA Sumsel: Wisatawan Nusantara Jadi Kunci Pertumbuhan Pariwisata Daerah

Paradigma pembangunan pariwisata perlu disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.

ASITA Sumsel: Wisatawan Nusantara Jadi Kunci Pertumbuhan Pariwisata Daerah

PALEMBANGKetua DPD ASITA Sumatera Selatan, Feby Yoland Effendy, menilai masa depan pariwisata Sumatera Selatan tidak hanya bergantung pada kedatangan wisatawan mancanegara. Justru, potensi terbesar yang harus digarap secara serius adalah pasar wisatawan nusantara, khususnya masyarakat di Pulau Sumatera yang jumlahnya sangat besar dan memiliki mobilitas perjalanan yang terus meningkat.

Pandangan tersebut disampaikan Feby saat berdiskusi santai bersama  wartawan di kantor Perusahaan Travel Cindo Citra, Palembang. Dalam perbincangan yang berlangsung hangat itu, ia memaparkan pandangannya mengenai arah pengembangan pariwisata Sumatera Selatan yang dinilainya harus lebih berorientasi pada penguatan pasar wisatawan domestik, tanpa mengesampingkan peluang mendatangkan wisatawan mancanegara.

Menurut Feby, paradigma pembangunan pariwisata perlu disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini. Selama ini perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada upaya menarik wisatawan asing. Padahal, wisatawan nusantara merupakan tulang punggung industri pariwisata Indonesia dan memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Kita tentu tetap membuka diri terhadap wisatawan mancanegara. Namun, kita tidak boleh melupakan bahwa pasar wisatawan nusantara jauh lebih besar dan sangat potensial. Provinsi-provinsi tetangga seperti Lampung, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, hingga Aceh merupakan pasar yang harus terus kita garap melalui promosi yang tepat dan penguatan daya tarik destinasi,” ujar Feby.

Feby Yoland Effendy lebih jauh mengatakan, kondisi global seperti meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, kenaikan harga avtur, tarif tiket pesawat, dan biaya transportasi telah mengubah perilaku wisatawan. Menurutnya, masyarakat kini cenderung memilih perjalanan wisata yang lebih dekat, lebih hemat, dan mudah dijangkau. “Ini menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk lebih serius mengembangkan potensi wisata lokal dan membidik pasar wisatawan nusantara, khususnya dari provinsi-provinsi di Pulau Sumatera, karena pasar domestik saat ini justru memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga  Stabil dalam Nilai, Fleksibel dalam Metode: Jalan Tengah Sistem Pendidikan Indonesia

Ia menjelaskan bahwa kedekatan geografis menjadi keunggulan tersendiri bagi Sumatera Selatan. Dengan akses transportasi yang semakin baik, masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Sumatera memiliki peluang besar untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai tujuan wisata keluarga, wisata bisnis, wisata olahraga, wisata religi, maupun perjalanan edukasi.

Menurutnya, strategi pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan promosi. Yang jauh lebih penting adalah membenahi kualitas destinasi, meningkatkan pelayanan, memperkuat aksesibilitas, menghadirkan atraksi yang menarik, serta memberikan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung.

“Kalau destinasi kita nyaman, bersih, aman, mudah dijangkau, dan memiliki pelayanan yang baik, wisatawan akan datang kembali. Bahkan mereka akan menjadi media promosi yang paling efektif melalui cerita dan pengalaman yang mereka bagikan kepada keluarga maupun media sosial,” katanya.

Feby mengatakan, Sumatera Selatan memiliki modal yang sangat kuat untuk berkembang sebagai destinasi unggulan. Selain kekayaan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang mendunia, daerah ini juga memiliki wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner, wisata sungai, wisata olahraga bertaraf internasional, hingga potensi health tourism atau wisata kesehatan yang mulai berkembang.

Menurutnya, tren pariwisata dunia kini tidak lagi hanya menjual panorama alam, tetapi juga pengalaman atau *experience*. Wisatawan ingin mengenal budaya lokal, menikmati kuliner khas, mengikuti festival budaya, menjelajahi situs sejarah, hingga memperoleh layanan kesehatan berkualitas ketika melakukan perjalanan.

“Karena itu, kita harus mulai memperkuat wisata tematik. Sumatera Selatan memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan secara maksimal. Jika semuanya dikemas secara profesional, saya yakin daerah ini akan semakin diminati wisatawan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan pariwisata juga harus dilakukan secara berkelanjutan. Keberhasilan sebuah destinasi tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kelestarian lingkungan, melestarikan budaya lokal, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Baca Juga  Melampaui Neraca Fiskal: Indonesia Tidak Bangkrut, Namun Fondasi Ekonomi Memanggil untuk Dikalibrasi

Dalam kesempatan itu, Feby juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media massa, komunitas, dan masyarakat. Menurutnya, kemajuan pariwisata tidak mungkin dicapai apabila berjalan sendiri-sendiri.

“Pemerintah membangun infrastruktur dan regulasi, pelaku usaha menghadirkan pelayanan terbaik, akademisi memberikan kajian dan inovasi, media membantu promosi, sedangkan masyarakat menjadi tuan rumah yang ramah. Jika semua bersinergi, saya optimistis pariwisata Sumatera Selatan akan berkembang jauh lebih cepat,” katanya.

ASITA Sumatera Selatan, lanjut Feby, juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata melalui pelatihan, seminar, forum diskusi, serta kerja sama dengan perguruan tinggi. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku industri mampu mengikuti perkembangan teknologi, tren perjalanan wisata, dan perubahan perilaku wisatawan.

Ia optimistis, apabila seluruh potensi daerah mampu dikelola secara profesional dengan promosi yang tepat sasaran, Sumatera Selatan akan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

“Target kita bukan hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi menghadirkan destinasi yang berkualitas, nyaman, aman, dan memberikan pengalaman yang berkesan. Wisatawan yang puas akan datang kembali dan mengajak orang lain untuk berkunjung. Itulah promosi terbaik bagi pariwisata Sumatera Selatan,” tegasnya.

Feby berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen untuk membangun citra positif pariwisata Sumatera Selatan melalui inovasi, pelayanan yang semakin baik, serta pengembangan destinasi yang berkelanjutan.

“Kami percaya, bila seluruh elemen bergerak dalam satu visi, Sumatera Selatan tidak hanya menjadi daerah tujuan wisata, tetapi juga menjadi destinasi favorit masyarakat Indonesia, khususnya wisatawan nusantara di Pulau Sumatera. Dari sanalah sektor pariwisata akan tumbuh menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Bang Bangun Lubis

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button