NEWS

Layanan “Jimput” Diluncurkan, Wali Kota Ratu Dewa Ajak Warga Palembang Tuntaskan Masalah Sampah Besar

Kota Palembang Haruslah Bersih dan Asri

Layanan “Jimput” Diluncurkan, Wali Kota Ratu Dewa Ajak Warga Palembang Tuntaskan Masalah Sampah Besar

Oleh Bangun Lubis – Pemimpin Redaksi

Wartawanindonesia.com, PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membenahi persoalan lingkungan melalui langkah konkret. Kali ini, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), diluncurkan sebuah layanan inovatif bertajuk (Jimput) Jemput Bola, yakni program penanganan sampah besar dengan sistem penjemputan langsung ke rumah warga.

Peluncuran layanan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, persoalan sampah berukuran besar seperti lemari rusak, kasur bekas, sofa usang, hingga peralatan elektronik yang sudah tidak terpakai, menjadi salah satu sumber masalah di tengah masyarakat. Tidak sedikit warga yang kesulitan membuangnya karena keterbatasan sarana dan akses. Akibatnya, sampah-sampah tersebut kerap berakhir di pinggir jalan, lahan kosong, bahkan dibuang ke sungai, yang pada akhirnya menciptakan persoalan lingkungan yang lebih besar.

Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa kehadiran layanan (Jimput) merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menghadirkan solusi yang nyata dan langsung dirasakan masyarakat. Ia menyadari bahwa pendekatan konvensional tidak lagi cukup untuk menjawab kompleksitas persoalan sampah di kota yang terus berkembang seperti Palembang.

“Pemerintah harus hadir dengan solusi yang memudahkan masyarakat. Melalui layanan ini, warga tidak perlu lagi bingung atau terpaksa membuang sampah besar sembarangan. Cukup hubungi petugas, dan kami akan datang menjemput,” ujar Ratu Dewa dalam keterangannya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa program ini bukan sekadar layanan teknis, tetapi bagian dari gerakan besar membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kota yang bersih tidak hanya ditentukan oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh perilaku warganya.

“Kesadaran masyarakat adalah kunci. Pemerintah bisa menyediakan fasilitas, tetapi jika tidak diiringi dengan kesadaran, maka hasilnya tidak akan maksimal. Kita ingin membangun budaya baru, budaya peduli lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga  Sawahlunto: Warisan Dunia di Ambang Kehilangan Makna

Program (Jimput) sendiri dirancang dengan mekanisme yang sederhana dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Warga cukup menghubungi call center resmi yang telah disediakan oleh DLH. Setelah itu, warga diminta mengirimkan foto sampah yang akan diangkut sebagai bahan verifikasi. Selanjutnya, petugas akan menjadwalkan waktu penjemputan sesuai dengan antrian dan ketersediaan armada.

Jenis sampah yang dilayani dalam program ini meliputi berbagai kategori sampah besar, seperti perabot rumah tangga (lemari, kursi, meja, kasur), peralatan elektronik berukuran besar, serta material bekas dalam jumlah terbatas. Dengan demikian, program ini benar-benar menyasar jenis sampah yang selama ini menjadi persoalan di tengah masyarakat.

Yang menarik, layanan ini diberikan secara gratis. Tidak ada pungutan biaya bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini. Hal ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat sekaligus menjadi bentuk dorongan agar warga tidak lagi membuang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang  Dr. H. Akhmad Mustain, S.STP., M.Si. menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan armada dan petugas khusus untuk mendukung kelancaran program ini. Selain itu, DLH juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar layanan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami ingin memastikan bahwa layanan ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Karena itu, selain menyiapkan teknis operasional, kami juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik,” ujarnya.

Peluncuran layanan (Jimput) ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Palembang dalam menjaga kebersihan sungai dan ruang publik. Selama ini, sungai-sungai di Palembang kerap menjadi tempat pembuangan sampah, yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir.

Dengan adanya layanan ini, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk membuang sampah besar ke sungai atau sembarang tempat. Pemerintah telah menyediakan solusi, kini tinggal bagaimana masyarakat merespons dengan sikap yang bertanggung jawab.

Baca Juga  Air Adalah Kehidupan: Ancaman Krisis Air di Tengah Perubahan Iklim

Di sisi lain, program ini juga mencerminkan perubahan paradigma dalam pelayanan publik. Jika sebelumnya masyarakat yang harus mendatangi layanan, kini pemerintah yang hadir langsung ke masyarakat. Pendekatan “jemput bola” ini dinilai lebih efektif dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Namun demikian, keberhasilan program ini tetap sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Tanpa dukungan warga, program sebaik apa pun tidak akan memberikan hasil yang optimal. Karena itu, Pemerintah Kota Palembang mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas, untuk bersama-sama mendukung program ini.

Edukasi kepada anak-anak, peran aktif tokoh masyarakat, hingga keterlibatan komunitas menjadi faktor penting dalam membangun budaya hidup bersih. Kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks yang lebih luas, program (Jimput) juga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menangani persoalan sampah besar. Inovasi sederhana namun tepat sasaran seperti ini menunjukkan bahwa solusi tidak selalu harus rumit, tetapi harus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Wali Kota Ratu Dewa berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Palembang dapat menjadi kota yang bersih, indah, dan nyaman untuk dihuni. Ia juga mengajak seluruh warga untuk tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.

“Ini adalah gerakan bersama. Mari kita jaga kota ini dengan penuh tanggung jawab. Karena Palembang adalah rumah kita bersama,” pungkasnya.

Dengan hadirnya layanan (Jimput), harapan baru pun tumbuh. Harapan akan kota yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, dan masyarakat yang lebih peduli. Kini, langkah telah dimulai. Tinggal bagaimana semua pihak berjalan bersama untuk mewujudkannya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button