SISI LAIN

Mengapa Harus Gelisah? Rezekimu Sudah Dijamin Allah

Mengapa Harus Gelisah? Rezekimu Sudah Dijamin Allah

Oleh: Bang Bangun Lubis

Di zaman yang serba tidak pasti ini, banyak orang menjalani hari-harinya dengan hati yang dipenuhi rasa cemas. Harga kebutuhan pokok naik, persaingan kerja semakin ketat, usaha kadang sepi, dan masa depan terasa sulit ditebak. Akibatnya, tidak sedikit orang yang kehilangan ketenangan. Wajah tersenyum, tetapi hati dipenuhi kegelisahan.

Padahal, sebagai seorang muslim, kita memiliki pegangan yang sangat kokoh. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan jaminan bahwa setiap makhluk yang diciptakan-Nya telah ditetapkan rezekinya.

Allah berfirman:

“Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dia mengetahui tempat berdiamnya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”*(QS. Hud: 6)

Ayat ini adalah penegas bahwa tidak ada seekor burung, semut, ikan di lautan, maupun manusia yang luput dari perhatian Allah. Jika makhluk-makhluk yang tidak memiliki akal saja dijamin rezekinya, mengapa manusia yang beriman justru sering merasa takut berlebihan?

Bukan berarti seorang mukmin boleh berpangku tangan dan menunggu rezeki turun dari langit. Islam mengajarkan ikhtiar yang sungguh-sungguh, tetapi hati tetap bersandar kepada Allah, bukan kepada pekerjaan, jabatan, atau kekayaan.

Allah bahkan memberikan janji yang lebih indah lagi kepada orang-orang yang bertakwa.

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka cukuplah Allah baginya.”(QS. At-Talaq: 2–3)

Perhatikan kalimat “dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”Di situlah letak keagungan Allah. Rezeki tidak selalu datang melalui jalan yang kita rencanakan. Ada orang yang mendapat pekerjaan setelah berkali-kali ditolak. Ada yang usahanya berkembang justru ketika keadaan ekonomi sedang sulit. Ada pula yang memperoleh pertolongan melalui orang yang sebelumnya tidak pernah dikenalnya.

Baca Juga  Yang Kaya Semakin Kaya, Yang Miskin Semakin Miskin

Allah mampu membuka pintu-pintu yang tidak pernah terlintas dalam pikiran manusia.

Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar yang sangat menenangkan.

“Sesungguhnya Ruhul Qudus (Jibril) telah membisikkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu jiwa pun yang akan meninggal hingga ia menyempurnakan rezekinya. Maka bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki dengan cara yang baik.”(HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi)

Hadis ini mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang wafat sebelum seluruh rezeki yang telah Allah tetapkan untuknya selesai diberikan. Karena itu, tidak ada gunanya menghalalkan segala cara demi mengejar dunia. Rezeki yang haram tidak akan menambah bagian yang telah ditentukan Allah, tetapi justru menghilangkan keberkahan.

Dalam hadis lainnya Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung. Burung itu pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.”(HR. At-Tirmidzi)

Burung tidak tinggal diam di sarangnya. Ia terbang, mencari, dan berusaha. Namun, ia juga tidak membawa kegelisahan. Inilah hakikat tawakal: berikhtiar sekuat tenaga, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Ulama besar, Ibnu Katsir, ketika menafsirkan QS. At-Talaq ayat 2–3 menjelaskan bahwa siapa saja yang benar-benar bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan membukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan dan memberikan rezeki melalui jalan yang tidak pernah diduga.

Baca Juga  Jamaah Haji Reguler Kloter 4 Palembang Sedang Wukuf di Arafah

Sementara Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah menjelaskan bahwa rezeki seorang hamba telah ditetapkan Allah sejak sebelum ia dilahirkan. Karena itu, kegelisahan yang berlebihan tidak akan mempercepat datangnya rezeki, sebagaimana ketakutan tidak akan mampu menolak apa yang telah Allah tetapkan.

Sering kali kita terlalu sibuk menghitung apa yang belum kita miliki, hingga lupa menghitung nikmat yang sudah Allah berikan. Masih bisa bernapas, masih diberi kesehatan, keluarga, sahabat, kesempatan beribadah, serta hati yang mengenal Allah—semua itu adalah rezeki yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar harta.

Sesungguhnya yang paling miskin bukanlah orang yang sedikit hartanya, tetapi orang yang tidak pernah merasa cukup. Sebaliknya, orang yang paling kaya adalah mereka yang hatinya dipenuhi rasa syukur dan keyakinan kepada Rabb-nya.

Karena itu, berhentilah menghabiskan waktu untuk terus-menerus khawatir. Gantilah rasa takut dengan doa. Gantilah kegelisahan dengan dzikir. Gantilah prasangka buruk dengan husnuzan kepada Allah. Teruslah bekerja dengan jujur, berusaha dengan sungguh-sungguh, dan jangan pernah meninggalkan salat serta doa.

Yakinlah, Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Apa yang telah menjadi bagianmu tidak akan pernah tertukar kepada orang lain. Sebaliknya, apa yang bukan menjadi bagianmu tidak akan pernah menjadi milikmu, meskipun seluruh dunia membantumu mendapatkannya.

Maka mengapa harus gelisah? Mengapa harus takut? Mengapa harus putus asa?

Rezekimu telah dijamin oleh Allah. Tugasmu adalah memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, menjemput rezeki dengan cara yang halal, dan bertawakal sepenuhnya kepada-Nya.

Semoga Allah melapangkan rezeki kita, menjadikan hati kita selalu tenang, menguatkan tawakal kita, serta menganugerahkan keberkahan dalam setiap nikmat yang diberikan-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button